Latest Entries »

BCG pada PT Sido Muncul

Boston Consulting Group (BCG) adalah perusahaan konsultan manajemen global, didirikan oleh Bruce Henderson padav tahun 1963. Memiliki 69 kantor di 40 negara, dan CEO sekarang adalah Hans-Paul Biirkner. BCG umumnya digolongkan sebagai salah satu pengurus “paling bergengsi” konsultan perusahaan dalam industri itu.

Matriks BCG dapat di gambarkan sebagai berikut :

Matriks BCG adalah perangkat strategi untuk memberi pedoman pada keputusan alokasi sumber daya berdasarkan pangsa pasar. Matriks BCG merupakan empat kelompok bisnis, yaitu :

1. Bintang (Star) mewakili peluang jangka panjang terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa pasar relatif yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka. Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas ositif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya.

2. Tanda tanya (Question Mark) memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri ang bertumbuh pesat. Bisnis ini disebut tanda tanya karena organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk) atau menjualnya.

3. Sapi perah (Cash Cow) memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali diperah untuk membiayai untuk membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah saat ini adalah bintang di masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan posisi kuatnya selama mungkin.

4. Anjing (Dog) dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh. Mereka adalah anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment dapat menjadi strategi yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak anjing yang mencuat kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar-besaran, menjadi bisnis yang mampu bertahan dan menguntungkan.

Analisis BCG Pada PT Sido Muncul

Lingkungan dimana perusahaan beroperasi berubah dengan cepat, baik politik, sosial, ekonomi maupun tekhnologi. Perubahan lingkungan tersebut akan membuat pelaku industri untuk mengevaluasi rencana bisnis dan menurut perusahaan untuk mampu merencanakan bisnisnya dengan baik agar dapat bertahan, tumbuh dan berkembang. Memasuki millenium ketiga, tantangan dan hambatan yang dihadapi dunia industri semakin besar. Persaingan dunia industri di Indonesia semakin ketat, sehingga setiap perusahaan diharuskan meningkatkan kemampuannya untuk bersaing dalam perekonomian global.

Industri besar dan global mulai masuk ke berbagai industri makanan dan minuman, sebagai contoh adalah Air Mancur dan Nyonya Meneer. Kondisi ini menuntut setiap perusahaan untuk mengetahui posisinya dalam persaingan, sehingga perusahaan dapat merencanakan strategi pemasarannya.

Berdasarkan data hasil olahan Departement Perindustrian dan Perdagangan menunjukan bahwa perusahaan yang terlibat dalam industri jumlahnya meningkat dari waktu ke waktu. Pada tahun 2008 tercatat 2673 perusahaan dan berkembang menjadi 2924 perusahaan pada tahun 2009. Data tersebut memperlihatkan terjadinya pertumbuhan industri sebesar 4,48 %. Hal ini menunjukan perusahaan harus memperhatikan perencanaan dalam menjalankan usahanya, karena persaingan yang terjadi dalam perusahaan dapat mengakibatkan ancaman maupun peluang bagi setiap perusahaan.

Persaingan industri semakin ketat seiring dengan terus meningkatnya laju pertumbuhan industri. Persaingan ini mengakibatkan setiap industri lebih jeli dalam merumuskan strategi pemasaran perusahaannya. PT Sido Muncul merupakan industri jamu tradisional yang berada pada skala industri besar. Saat ini pertumbuhan pasar industri sebesar 16,67 % sedangkan pangsa pasar relatif terhadap pesaing utama adalah 0,07. Matriks Boston Consulting Group menytakan adalah perusahaan berada dalam posisi tanda tanya.

Matriks BCG PT Sido Muncul

Sumber : http://www.docstoc.com/docs/22173515/PERUMUSAN-STRATEGI-PEMASARAN-MELALUI-PENENTUAN-PRIORITAS

http://www.google.com

Begitu strategisnya posisi apotek hingga tak bisa ti­dak, keberadaan gerai obat ini pun dimanfaat­kan per­usahaan untuk me­ngem­bangkan bisnis lain yang berbasis pelayanan kepada masyarakat.

Gedung di Jalan Veteran, Jakarta Pusat itu bukan lagi gedung ku­no yang tenggelam di antara ke­megahan gedung-gedung mo­dern di sekelilingnya. Termasuk, istana Negara yang hanya berjarak satu lemparan batu dengannya. Kimia Farma, memang sudah berbenah dan sedikit “ber­solek”. Bukan hanya dari sisi gedung yang direnovasi sejak 2004, tetapi dari strategi bisnis.

Sebagai salah satu pioner dalam in­dustri farmasi nasional, Kimia Farma su­dah cukup kenyang makan asam garam dan amat paham lika liku industri farma­si. Sudah 36 tahun PT Kimia Farma lahir. 16 Agustus tahun ini Kimia Farma genap berusia 36 tahun. Kalau ibarat usia ma­nu­sia, Kimia Farma tengah “matang-ma­tang”nya.

Dalam menjalankan roda bisnis, Kimia Farma tidak mau mengekor pesaing-pe­saingnya. Bila industri farmasi lain gencar dengan inovasi-inovasi produk baru dan in­vestasi teknologi bernilai tinggi, maka Ki­mia Farma memilih menjemput bola. Ca­ranya, dengan masuk ke tubuh ma­sya­ra­kat dan “berbaur” dengan masyarakat me­la­lui jaringan apotek. Bisa dikatakan, Apo­tek Kimia Farma yang bernaung da­lam sa­lah satu anak perusahaan, yakni PT Kimia Farma Apotek adalah ikon per­usahaan.

Hal ini tak ditampik Presiden Direktur PT Kimia Farma, Gunawan Pranoto. “Se­la­ma ini show-case Kimia Farma memang apotek. Tapi ke depan kita ingin menja­di­kan Kimia Farma sebagai health care com­pa­ny yang menyediakan pelayanan ke­se­hat­an yang paripurna. Itu menjadi tan­tang­an kita.”

Dengan bahasa lain, Gunawan yang me­mimpin Kimia Farma sejak 5 tahun la­lu ini ingin mengatakan, bahwa image Ki­mia Farma yang “hanya” apotek akan se­gera ditinggalkan. Apotek saja tidak akan cukup mengangkat Kimia Farma ke puncak persaingan industri farmasi na­sional. Apalagi target menjadi 3 besar sudah di­ca­nangkan.

Caranya? Segudang peluru rencana te­lah disiapkan Gunawan. Beberapa di an­ta­ranya bahkan sudah dijalankan. Target terdekat adalah menjadikan bisnis Kimia Far­ma menjadi satu rantai atau chain business yang saling bersinergi satu dan lainnya, tentu saja dengan kinerja lebih baik. Klise? Bisa jadi. Tetapi fakta ber­bicara, strategi itu berbuah manis. Me­ma­suki kuartal pertama 2007 ini, Kimia Far­ma ber­ada di posisi angka keramat, 8, di an­tara perusahaan farmasi –PMA mau­pun PMDN— yang ada di Indonesia. Per­tum­buhan produk hingga semester pertama 2007 mencapai 31%, meski penjual­an ha­nya naik 4,5%. Dari laporan keuang­an yang belum diaudit, di periode yang sa­ma, pundi-pundi perusahaan sudah naik dua ka­li lipat atau naik 100% dari tahun yang sama. Tahun 2006 Kimia Far­ma menca­tat­kan laba 60,63 miliar rupiah.

Apotek jadi rel distribusi

Jalan menjadi health care company su­dah dibuka lebar-lebar oleh jaringan apo­tek Kimia farma yang sangat modern. Pe­la­yanan ramah, dan suasana apotek yang nyaman —sebagian bahkan mene­rapkan sis­tem swalayan untuk obat-obat OTC, su­dah berhasil diterapkan di 330 apotek yang tersebar di seluruh wilayah Indo­ne­sia. Strategi pengembangan apo­tek ber­ha­sil mendongkak penjualan obat. Padahal ha­nya 10% obat milik Kimia Far­ma yang dijual di jaringan apotek Kimia Farma.

Meski jumlahnya belum signifikan (Gu­nawan menargetkan memiliki 1000 apo­tek), tetapi tahun lalu apotek menjadi kon­tributor terbesar yakni 44,23% dari se­­lu­ruh  pendapatan PT Kimia Farma. Pen­­jual­an produk hanya mencapai  19,65% dan sekitar 36,12% pendapatan diperoleh dari perusahaan distribusi me­lalui PT Kimia Farma Trading dan Dis­tribusi.

Begitu strategisnya posisi apotek hingga tak bisa tidak, keberadaan gerai obat ini pun dimanfaatkan perusahaan untuk mengembangkan bisnis lain yang berbasis pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya, klinik kesehatan. Saat ini sudah 92 klinik yang didirikan, kebanyakan me­le­kat dengan apotek. Keberadaan klinik yang dikelola Kimia Farma juga didukung oleh 23 laboratorium klinik sebagai salah satu unit usaha yang relatif baru, namun cukup menguntungkan.

Keunggulan-keunggulan itulah yang mem­buat Gunawan mantap menyongsong era perdanganan bebas 2008.  “Sa­ya tidak takut, bahkan optimis sekali ka­rena salah satu unggulan kita adalah me­miliki jaringan dan infrastruktur yang kuat,” tegas alumni Fakultas Farmasi UGM yang sempat menjadi orang nomer satu di Indofarma dan Phapros ini. Dan, tambah Gunawan, industri farmasi lain ti­dak sekuat Kimia Farma dalam hal ja­ring­an infrastruktur.

Corporate Image

Usaha memperkuat jaringan tidak lantas membuat bisnis lain terabaikan. Gu­na­wan menegaskan, bahwa bisnis lama te­tap dikembangkan. Di bidang manufaktur misalnya, Kimia Farma terus berusaha mengembangkan produk yang memi­liki nilai tambah. Mulai dari produk OTC, kosmetik, obat herbal, dan suplemen, ter­masuk generik. “Nilai tambah di sini dari semua sisi, dari formulanya, kuali­tas­nya, maupun penampilan obatnya,” je­las Gunawan.

Strategi marketing, diharapkan Guna­wan, timnya lebih fokus lagi agar produk-produk Kimia Farma lebih terjangkau. Be­be­rapa waktu terakhir, Kimia Farma aktif memberikan edukasi kepada masya­ra­kat. Ini menjadi program tetap Kimia Far­ma. Topik yang diangkat sangat beragam dan disampaikan oleh dokter atau apo­te­ker. “Dari ajang ini kita sekalian bisa promosi,” jelas Gunawan.

“Agar orang ingat Kimia Farma” ada­lah jawaban yang dikemukakan Gunawan saat menjelaskan kenapa strategi pela­yan­an kepada masyarakat dijalankan. Se­na­da dengan strategi perusahaannya yang lebih memilih corporate image daripada product image. Jadi bukan  menjadi ma­salah besar jika tidak ada produk Ki­mia Farma yang demikian melekat dalam benak masyarakat. “Kalau product ima­ge, tidak bisa bertahan lama. Kalalu per­usahaannya tutup, maka produk itu oto­matis juga akan hilang,” ujar Gunawan mencontohkan.

Diingat masyarakat saja tentu sangat subyektif. Tapi penghargaan 3 tahun ber­tu­rut-turut di bidang Corporate Brand dari majalah Business Week menjadi bukti tak terbantahkan bahwa image Kimia Farma be­nar-benar sudah melekat di hati dan pi­kir­an masyarakat.

Isu yang diagung-agungakan dalam in­dustri obat, yakni inovasi teknologi juga dilirik Kimia Farma. Saat ini 55% produksi obat Kimia Farma masih dikuasai obat generik. Produk unggulan yang terus di­go­dok adalah pengembangan obat esensial untuk masyarakat (public health medicine) seperti obat TB Fixed Dose Com­bi­na­tion, obat HIV/AIDS, dan obat malaria.

Ke depan Kimia Farma siap meluncurkan obat berbasis bioteknologi. Saat ini Kimia Farma mengandeng LIPI dan Uni­versitas Franhover, Jerman, mengembangkan interferon dan human albumin yang dibuat dengan teknologi molekuler farming. Gunawan menolak angka investasi yang sudah dikucurkannya untuk pe­ngembangan obat berbasis bioteknologi, karena penelitian masih terus berjalan. Ta­pi ia yakin uangnya tidak akan sia-sia. Karena dengan teknologi terbaru, harga human albumin yang kini masih mahal, bisa jauh lebih murah. Keuntungan pun sudah di depan mata.

Untuk pengambagan obat baru, Divisi Riset and Develompment Kimia Farma yang dipusatkan di Bandung terus me­ngembangkan obat herbal. Salah satu ce­lah yang ditekuni Kimia Farma memang obat-obat berbasis bahan alami. Salah sa­tu hasilnya, Batugin Elixir  untuk melu­ruh­kan batu ginjal. Dan Gunawan menjanjikan, dalam waktu dekat Kimia Farma akan meluncurkan satu obat herbal yang sangat bagus. Selamat Ulang Tahun Ki­mia farma, dan mari kita tunggu gebrakan Kimia Farma di masa depan!

sumber : http://www.majalah-farmacia.com

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Strategi pemasaran harus selalu dapat bersifat dinamis, selalu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal maupun internal. Faktor eksternal yaitu faktor diluar jangkauan perusahaan yang antara lain terdiri dari pesaing, teknologi, peraturan pemerintah, keadaan perekonomian, dan lingkungan sosial budaya. Sedangkan faktor internal adalah Product (produk), Price (Harga), Place (Tempat), dan Promotion.

Suatu produk yang telah berhasil diproduksi biasanya membutuhkan jasa distribusi untuk memasarkannya. Produk yang telah dihasilkan tersebut tidak bisa mencari konsumen sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan pemasaran strategi yang tepat agar suatu produk sukses dipasarkan di market. Salah satu pemasaran strategi yang sedang marak digunakan saat ini adalah dengan cara melakukan promosi. Faktor keberhasilan dari suatu pemasaran sangat ditentukan dari bagaimana promosi dilakukan. Jika promosi dilakukan dengan tepat sasaran, maka akan menghasilkan penjualan yang sangat signifikan. Terutama pada saat ini dengan adanya perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, promosi telah menjadi dan menjelma senjata ampuh yang dapat dilakukan secara lebih moderen.  Salah satu yang menjadi tolak ukur keberhasilan dari promosi suatu produk adalah jika produk tersebut dapat dikenal lebih dekat oleh konsumen tentang bagaimana keunggulannya, bagamana cara mendapatkannya, dan faktor yang amat sangat penting, yaitu apakah produk tersebut memiliki harga yang kompetitif.

1.2 Pengertian Pemasaran dan Strategi

Pada dasarnya kegiatan dan pengertian pemasaran berbeda jika dibandingkan dengan kegiatan sejenis seperti kegiatan perdagangan, penjualan dan transaksi yang dilakukan. Definisi pemasaran yang dikutip dari buku yang berjudul ‘Marketing Management Analysis’ karangan dari Philip Kotler menyatakan pengertian pemasaran adalah “Suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya”. Kemudian pengertian lain pemasaran yang dikutip dari sumber American Marketing Association tahun 1960, menyatakan bahwa pemasaran dapat diartikan sebagai “Pelaksanaan dunia usaha yang mengaarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran. Sedangkan fungsi-fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang pemasaran”

BAB 2

PEMBAHASAN

Riwayat Singkat Perusahaan

Perusahaan merupakan pioner dalam industri farmasi Indonesia. Cikal bakal perusahaan dapat dirunut balik ke tahun 1917, ketika NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co., perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur, didirikan. Sejalan dengan kebijakan nasionalisasi eks perusahaan-perusahaan Belanda, pada tahun 1958 pemerintah melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF Bhinneka Kimia Farma. Selanjutnya pada tanggal 16 Agustus 1971 bentuk hukumnya diubah menjadi Perseroan Terbatas, menjadi PT Kimia Farma (Persero). Sejak tanggal 4 Juli 2001 Perusahaan tercatat sebagai perusahaan public di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Berbekal tradisi industri yang panjang selama lebih dari 187 tahun dan nama yang identik dengan mutu, hari ini Perusahaan telah berkembang menjadi sebuah perusahaan pelayanan kesehatan utama di Indonesia yang kian memainkan peranan penting dalam pengembangan dan pembangunan bangsa dan masyarakat.

Visi

Komitmen pada peningkatan kualitas kehidupan, kesehatan, dan   lingkungan.

Misi

  • Mengembangkan industri kimia dan farmasi dengan melakukan penelitian dan pengembangan produk yang inovatif.
  • Mengembangkan bisnis pelayanan kesehatan terpadu (health care provider) yang berbasis jaringan distribusi dan jaringan apotek.
  • Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan mengembangkan sistem informasi perusahaan.

Tujuan Perusahaan

Menyediakan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat khususnya bidang industri kimia, farmasi, biologi, kesehatan, industri makanan serta minuman, dan mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

Bidang Usaha

Perusahaan Merupakan sebuah perusahaan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, bergerak dari hulu ke hilir, yaitu : Industri, Marketing, Distribusi, Ritel, Laboratorium Klinik dan Klinik Kesehatan.

Industri

Dengan dukungan kuat Riset & Pengembangan, segmen usaha yang dikelola oleh perusahaan induk ini memproduksi obat jadi dan obat tradisional, yodium, kina dan produk-produk turunannya, serta minyak nabati. Lima fasilitas produksi yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia merupakan tulang punggung dari segmen industri.

Plant Jakarta memproduksi sediaan tablet, tablet salut, kapsul, granul, sirop kering, suspensi/sirop, tetes mata, krim, antibiotika dan injeksi. Plant ini merupakan satusatunya pabrik obat di Indonesia yang mendapat tugas dari pemerintah untuk memproduksi obat golongan narkotika. Industri formulasi ini telah memperoleh sertifi kat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan ISO-9002.

Plant Bandung memproduksi bahan baku kina dan turunanturunannya, obat asli Indonesia dan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), yang telah mendapat US-FDA Approval. Selain itu, Plant Bandung juga memproduksi tablet, sirup, serbuk, dan produk kontrasepsi Pil Keluarga Berencana. Plant ini telah menerima sertifi kat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan ISO-9002.

Plant Semarang mengkhususkan diri pada produksi minyak jarak, minyak nabati dan kosmetika (bedak). Untuk menjamin kualitas hasil produksi, plant ini secara konsisten menerapkan sistem manajemen mutu ISO-9001 serta telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan US-FDA Approval.

Plant Watudakon Jawa Timur merupakan satu-satunya pabrik yang mengolah tambang yodium di Indonesia. Plant ini memproduksi yodium dan garam-garamnya, bahan baku ferro sulfat sebagai bahan utama pembuatan tablet besi untuk obat tambah darah, dan kapsul lunak “Yodiol” yang merupakan obat pilihan untuk pencegahan gondok. Plant Watudakon juga mempunyai fasilitas produksi formulasi seperti tablet, tablet salut, kapsul lunak, salep, sirop dan cairan obat luar/dalam. Plant ini telah memperoleh sertifi kat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), ISO-9002 dan ISO-14001.

Plant Tanjung Morawa di Medan, Sumatera Utara, dikhususkan untuk memasok kebutuhan obat di wilayah Sumatera. Produk yang dihasilkan oleh pabrik yang telah memperoleh sertifi kat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) ini meliputi sediaan tablet, krim dan kapsul.

Seluruh Plant diatas kecuali Plant Watudakon telah memperoleh rating “A” untuk sertifi kasi dari Badan POM.

Manajemen Mutu

Guna menjamin kualitas produk dan layanan yang dihasilkan, Perusahaan menerapkan suatu kebijakan mutu yang memuat pedoman untuk memastikan mutu semua produk dan layanannya. Peningkatan mutu produk secara terus menerus yang dilaksanakan dengan implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2000. Sistem ini menjadi panduan bagi seluruh aspek kegiatan produksi untuk mencapai sasaran mutu yang telah ditetapkan.

Dari sisi layanan, upaya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan dilaksanakan melalui implementasi prosedur layanan yang menekankan pada pencapaian standar mutu, ketepatan waktu dan standar jumlah.

Riset dan Pengembangan

Unit Riset dan Pengembangan (Risbang) merupakan suatu unit di Perusahaan yang mengembangkan dan menciptakan produk-produk baru. Unit Risbang dilengkapi fasilitas antara lain: laboratorium analisis, laboratorium formulasi, laboratorium ekstrak bahan baku alam dan kebun percobaan. Unit Risbang melakukan penelitian formulasi, baik untuk sediaan modern maupun herbal medicine, sintesa kimia sederhana dan analisis tanaman obat.

Pemasaran

PT Kimia Farma Tbk sebagai Holding melakukan kegiatan pemasaran di pasar dalam negeri maupun pasar ekspor untuk permintaan obat-obat etikal, generik dan OTC. Dengan didukung oleh lebih kurang 366 orang Medical Sales Representative yang tersebar diseluruh Indonesia, mengcover 21.800 orang dokter, 276 buah rumah sakit serta 9.020 buah apotek. Selain pasar domestik, Perusahaan juga merintis pengembangan pasar ekspor untuk produk obat dan bahan baku ke beberapa negara di kawasan Asia, Eropa dan Afrika.

Kondisi pasar farmasi nasional mengalami penurunan dari segi pertumbuhan pasar. Pertumbuhan ini terjadi pada: sector Apotek sebesar 8,1%, sektor Toko Obat 8,7% dan sektor Rumah Sakit 17,9%. Sedangkan pertumbuhan di sektor non panel market sebesar 17,9%. Penurunan pertumbuhan pasar farmasi nasional tersebut disebabkan antara lain melemahnya daya beli masyarakat yang diakibatkan situasi dan kondisi perekonomian yang belum mendukung. Produk-produk perusahaan berhasil tumbuh sebesar 11,9%, memang masih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuahan pasar farmasi, diakibatkan rendahnya pertumbuhan obat generik. Pertumbuhan yang besar terjadi produk CHP (Consumer Health Product) tumbuh 20% dan tumbuhnya penjualan ekspor sebesar 65% senilai Rp.38,46 milyar.

Walaupun pertumbuhan penjualan produk perusahaan hanya mencapai 11,90%, namun ada trend yang menggembirakan yaitu adanya kenaikan penjualan untuk lini produk Consumer Health Product yang sudah sejalan dengan strategi perusahaan untuk menggalakkan produk dari lini ini. Untuk mendorong peningkatan penjualan dan permintaan produk Perusahaan, telah dilakukan beberapa upaya pemasaran antara lain sbb:

  1. Perluasan cakupan outlet sekitar 12.000 dalam rangka meningkatkan penjualan
  2. Melakukan pengembangan produk baik secara formulasi maupun kemasan dan peluncuran produk baru
  3. Melakukan kegiatan pemasaran yang lebih terencana dan lebih agresif
  4. Mengembangkan kemampuan tenaga-tenaga pemasaran melalui pelatihan dan perencanaan yang solid
  5. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Distribusi dan Ritel
  6. Meningkatkan kinerja dan produktivitas tenaga pemasar dengan sistem insentif yang menarik.

Unit pemasaran telah memperkuat timnya dengan melakukan penambahan tenaga pemasaran atau Medical Representative (MR) yang terdiri dari MR Ethical 199 orang, MR-CHP 81 orang, MR-OGB 50 orang dan MR Institusi 28 orang, sehingga jumlah total tenaga MR sebanyak 358 orang. Dengan tenaga pemasaran yang ada tersebut dapat dicakup kegiatan promosi ke Dokter sebanyak 21.800, Apotek sebanyak 9.920, Rumah Sakit sebanyak 276, Toko Obat sebanyak 3.050. Perusahaan menempatkan diri masuk sepuluh besar rangking Industri Farmasi di Indonesia dari 200 Industri Farmasi yang ada. Disamping produk perusahaan sendiri, perusahaan juga melakukan penjualan produk-produk pihak ketiga melalui

Unit Distribusi/PBF dan unit Ritel/Apotek. Secara konsolidasi hasil penjualan perusahaan mencapai Rp.1,82 trilyun, mengalami penurunan sebesar 5,69%, dimana kontribusi penjualan di Holding sebesar Rp. 525,60 milyar,di sektor distribusi Rp.822,28 milyar, dan dari sektor Ritel/Apotek sebesar Rp.882,80 milyar. Terjadinya penurunan penjualan disebabkan karena adanya penurunan penjualan di sektor Distribusi/PBF dimana utamanya dalah penjualan di pasara institusi, karena dana yang terbatas dan pergesaran pelaksanaan pengadaan oleh Pemerintah.

Distribusi

Unit Distribusi yang direpresentasikan oleh anak perusahaan PT Kimia Farma Trading & Distribution (PT KFTD) sangat berperan penting dalam upaya peningkatan penjualan produk-produk Kimia Farma. PT KFTD melayani penjualan ke pedagang besar farmasi dan apotek yangtersebar luar di seluruh Indonesia. Jumlah oulet yang dilayani tahun 2005 sebanyak 19.864 outlet, dengan tenaga salesmen sejumlah 216 orang. Selain itu guna melakukan penambahan muatan distribusi, PT KFTD juga bertindak sebagai agen diantaranya dari: PT Merapi (infus), PT Tirta Santana (kasa elastis), PT Duta Kaizar, PT Mahakam Beta Farma, PT Bio Farma, dan PT Reddis Papua.

Ritel

PT Kimia Farma Apotek, adalah Anak Perusahaan yang mengelola kegiatan usaha ritel melalui pengoperasian apotek milik perusahaan maupun apotek kerja sama operasi yang secara keseluruhan saat ini berjumlah 323 apotek. Apotek Kimia Farma melayani resep dokter, penjualan obat bebas dan alat kesehatan. Selain itu untuk menunjang kegiatan usaha di atas, apotek Kimia Farma juga dilengkapi dengan cakupan pelayanan lainnya seperti praktek dokter, penjualan optik dan swalayan farmasi, serta layanan swamedikasi. Apotek Kimia Farma dikelola oleh tenaga Apoteker yang bekerja penuh waktu untuk memberikan layanan asuhan kefarmasian dengan baik.

Laboratorium Klinik & Klinik Kesehatan

Sebagai perwujudan paradigma baru Perusahaan menjadi Perusahaan pelayanan kesehatan, maka Perusahaan mengembangkan kegiatan usaha baru berupa layanan Laboratorium Klinik dan Klinik Kesehatan.

Adapun layanan yang diberikan yaitu :

  • Jasa Layanan pemeriksaan Laboratorium Klinik sebagai penunjang diagnosa seperti pemeriksaan kesehatan (medical check up).
  • Konsultasi dan pemeliharaan kesehatan.

Sampai dengan tahun 2005 jumlah Laboratorium Klinik yang beroperasi sebanyak 19 outlet yang tersebar di Jawa, Bali dan Batam. Sedangkan jumlah Klinik Kesehatan pada tahun 2005 sebanyak 9 klinik di Jawa dan Bali, termasuk di lingkungan Kantor Pusat PT Indosat.

Sumber Daya Manusia

Perusahaan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) berperanan penting dalam menjaga keberlangsungan perusahaan, oleh karena itu Perusahaan menetapkan strategi pengembangan SDM yang selaras dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan, dalam arti implementasi manajemen SDM harus mampu meningkatkan kompetensi dan komitmen karyawan pada perusahaan, sehingga dapat menjamin tercapainya implementasi strategi bisnis.

Perusahaan mengalokasikan cukup dana untuk program pengembangan SDM. Program pelatihan, seminar dan lokakarya, baik di dalam maupun luar negeri untuk memperluas wawasan dan meningkatkan ketrampilan karyawan.

Risiko Perusahaan

Sebagaimana halnya dengan bidang-bidang usaha lainya, bidang usaha yang dilakukan Perusahaan juga tidak terlepas dari risiko yang disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perusahaan. Berkaitan dengan hal ini, Perusahaan berupaya meminimalkan risiko dengan melakukan pengamatan yang seksama terhadap risiko tersebut. Menurut Manajemen, risiko-risiko usaha yang mungkin dihadapi Perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Risiko perubahan mata uang depresiasi nilai rupiah terhadap valuta asing

Sebagian besar bahan baku obat Perusahaan diimpor, sedangkan pendapatan Perusahaan saat ini sebagian besar dalam mata uang Rupiah. Apabila terjadi depresiasi nilai mata uang Rupiah maka akan meningkatkan harga pokok penjualan produk Perusahaan dan hal ini akan mempengaruhi kinerja usaha Perusahaan.

  • Risiko pasokan bahan baku

Bahan baku obat Perusahaan sebagian berasal dari pihak ketiga, baik lokal maupun impor. Keterlambatan dalam pengiriman, kesulitan melakukan pembelian bahan baku serta kebijakan Pemerintah mengenai impor, dapat berpengaruh pada kelangsungan pasokan bahan baku, yang pada akhirnya dapat mengganggu kegiatan produksi Perusahaan.

  • Risiko persaingan usaha

Di industri farmasi tidak terdapat pemain yang memiliki pangsa pasar secara dominan. Pesaing Perusahaan berusaha meningkatkan pangsa pasar dengan mengeluarkan produk baru serta memperbaharui produk lama. Munculnya pesaing baru mungkin akan mengakibatkan pangsa pasar Perusahaan berkurang dan dapat mempengaruhi kinerja Perusahaan.

  • Risiko perekonomian

Kondisi perusahaan farmasi dapat dipengaruhi oleh perubahan perekonomian nasional, seperti infl asi yang tinggi. Hal tersebut akan menurunkan daya beli konsumen dan berakibat turunnya pendapatan Perusahaan.

  • Risiko perubahan peraturan

Kegiatan usaha dibidang farmasi merupakan bidang kegiatan usaha yang diatur secara ketat oleh Pemerintah, misalnya aturan tentang penetapan harga jual obat. Perubahan peraturan tersebut dapat mempengaruhi penjualan dan keuntungan Perusahaan. Di samping itu, adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Paten, Undang-Undang Persaingan Usaha dan Undang-Undang Otonomi Daerah juga dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perusahaan.

  • Risiko kegagalan pengembangan usaha (Investasi)

Dalam upaya mempertahankan serta meningkatkan penjualannya, Perusahaan secara berkesinambungan memasarkan produk baru kepada masyarakat. Dalam hubungan ini kegagalan yang terjadi dalam pemasaran produk baru Perusahaan dapat mengakibatkan pengaruh yang negatif terhadap pendapatan Perusahaan. Saat ini Perusahaan sedang mengembangkan kegiatan usaha baru berupa Laboratorium Klinik dan Klinik Kesehatan. Kegagalan dalam pengembangan usaha tersebut akan membebani keuangan Perusahaan.

  • Risiko pemalsuan obat

Saat ini banyak beredar produk farmasi yang dipalsukan di Indonesia. Produk-produk palsu tersebut seringkali memiliki bentuk dan fi sik yang sama dengan produk aslinya, tetapi memiliki komposisi dan kualitas yang tidak memenuhi ketentuan persyaratan dari Badan POM. Semakin banyaknya obat palsu yang beredar di pasaran akan menyebabkan turunnya kepercayaan konsumen terhadap produk aslinya. Apabila pemalsuan ini dilakukan terhadap produk-produk Perusahaan maka akan berdampak negatif pada pendapatan Perusahaan.

  • Risiko produk rusak

Produk yang telah beredar di pasaran dapat mengalami kerusakan, hal ini dapat disebabkan antara lain oleh distribusi yang kurang baik atau sebab-sebab lain di luar kendali perusahaan. Produk rusak ini dapat menimbulkan klaim dari konsumen dan mengurangi tingkat kepercayaan konsumen. Apabila hal ini terjadi pada produk Perusahaan, maka akan menurunkanpendapatan dan meningkatkan beban Perusahaan.

  • Risiko pemogokan karyawan

Karyawan merupakan salah satu faktor penentu dalam menjalankan kegiatan usaha Perusahaan. Apabila terjadi pemogokan masal karyawan, akan menghambat kegiatan usaha Perusahaan.

  • Risiko dampak lingkungan

Dalam kegiatan produksinya, terdapat limbah produksi berbentuk padat, cair dan gas. Perusahaan telah melakukan pengelolaan limbah produksi sesuai ketentuan, tetapi hal itu tidak menutup kemungkinan terjadinya pencemaran yang diakibatkan oleh limbah industri, sehingga dapat memberikan risiko tuntutan hukum bagi Perusahaan.

Analisis SWOT

Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang cespleng bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi.

Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :

  1. Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
  2. Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
  3. Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
  4. Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan.

Terjadinya krisis ekonomi yang multidimensi berdampak pada meningkatnya harga obat-obatan terutama harga obat paten/merek dagang, kondisi ini sekaligus berakibat pada tidak dapat terpenuhinya kebutuhan kesehatan masyarakat yang tengah mengalami penurunan daya beli. Guna menanggulangi kondisi tersebut dibutuhkan adanya peran serta industri farmasi khususnya dalam memproduksi, mengembangkan dan memasyarakatkan obat-obatan yang harganya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat baik diwilayah perkotaan maupun pedesaan. Salah satu bentuk peran serta industri farmasi yang tengah dilakukan adalah dengan memasarkan dan memasyarakatkan obat generik.

Strength / kekuatan :

Kimia Farma merupakan perusahaan yang mengeluarkan produk-produk kesehatan untuk masyarakat. Banyak produk-produk kimia farma yang menjadi inovator dengan mengembangkan obat-obatan serta rumusan kimia baru baik dengan kemampuan sendiri ataupun melalui aliansi strategis dengan mitra internasional. Serta banyak menghasilkan produk-produk baru yang berbasis teknologi tinggi.

Obat generik merupakan salah satu produk farmasi yang kompetitif karena memiliki keunggulan harga lebih murah 2 – 8 kali harga obat paten/merek dagang pertamanya dan memiliki kualitas yang sama dengan obat merek dagang pertamanya.

Kebijakan memasyarakatkan dan memasarkan obat generik yang dilakukan oleh perusahaan juga sejalan dengan meningkatnya jumlah permintaan konsumen akan obat secara keseluruhan yang mencapai 9,93% per kapita, serta 92% potensi pasar bisnis industri farmasi di Indonesia masih belum terpenuhi. Hal tersebut menjadi peluang bisnis yang kompetitif bagi 200 industri farmasi yang ada di Indonesia termasuk PT. Kimia Farma Tbk. untuk lebih mengembangkan obat generik sehingga mampu memiliki daya saing strategis dan dapat meningkatkan kemampu labaan. Guna mengantisipasi persaingan bisnis yang kompetitif di pasar industri farmasi khususnya dalam memasarkan maka pihak manajemen PT. Kimia Farma Tbk. harus mengupayakan untuk menerapkan strategi bersaing.

Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan oleh PT. Kimia Farma Tbk. dalam menghadapi persaingan bisnis obat generik meliputi ; pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap kualitas obat generik, faktor peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan serta faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan, merupakan keseluruhan faktor yang menjadi dasar pertimbangan dalam memasarkan obat generik.

Weakness / kelemahan :

Kinerja atribut/variabel obat generik sebagai berikut ; kinerja atribut kemasan dan variasi (keragaman) obat generik memiliki penilaian yang negatif, sehingga pihak manajemen perusahaan perlu menetapkan upaya/tindakan untuk lebih meningkatkan kemasan produk agar lebih menarik perhatian dan meyakinkan konsumen serta menambah varian-varian baru agar konsumen memiliki pilihan alternatif dalam mengkonsumsi obat generik.

Opportunity / peluang :

  1. Besarnya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat perkapita menyebabkan pasar potensial yang bisa dikembangkan.
  2. Kecenderungan berkembangnya Sistem Penanganan Kesehatan yang wajar yang dapat menyalurkan tenaga dokter termasuk dokter spesialis yang dibutuhkan.

Threat / ancaman :

  1. Adanya kompetisi internal yang cukup keras. Sesuatu yang diistilahkannya “perang saudara” terutama terjadi di jalur pemasaran. Lebih spesifik lagi, di produk-produk farmasi yang berada di kategori yang sama.
  2. Adanya krisis ekonomi telah membuat daya beli obat rakyat Indonesia menurun sehingga mengancam kelangsungan hidup industri farmasi nasional terutama untuk pasar lokal.
  3. Legal sistem belum dapat menanggulangi obat palsu secara efektif sehingga harga obat menjadi lebih sulit dikontrol.
  4. Semakin luasnya pasar yang ingin dicapai, yaitu menembus pasar internasional akan semakin meningkat pula pesaing-pesaing bisnis farmasi.



PT Kimia Farma Tbk berencana mengedarkan obat kanker dengan harga lebih terjangkau untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah. Pemasaran obat tersebut saat ini masih menunggu izin edar dan penerbitan nomor regitrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Obat kanker tersebut merupakan hasil produksi Naprod Group, perusahaan farmasi asal India, yang pemasarannya dilakukan melalui kerja sama dengan Kimia Farma.Dalam kerja sama tersebut Kimia Farma akan memasarkan obat kanker hasil produksi Naprod dengan harga terjangkau yang akan dipasok ke lembaga-lembaga kesehatan yang memiliki fasilitas perawatan pasien pengidap penyakit kanker, seperti Rumah Sakit Kanker Dharmais.

“Obat kanker Naprod ini kami peruntukkan khusus bagi masyarakat menengah ke bawah karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan produk sejenis buatan produsen lain, tetapi dengan mutu yang terjamin,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk Adhi Nugroho, kemarin.Produk tersebut ditargetkan mulai diedarkan pada tahun ini atau paling lambat awal tahun depan, setelah mendapat nomor registrasi dari BPOM yang diharapkan terbit pada pertengahan tahun ini.

Menurut dia, obat kanker yang didaftarkan tersebut terdiri dari beberapa item yang mencakup hampir semua jenis varian penyakit, sedangkan mengenai volume peredarannya bergantung pada jenis penyakitnya. “Artinya, Kimia Farma siap untuk memperbesar stok obat untuk jenis penyakit yang banyak diidap pasien di sini.”Kerja sama Kimia Farma dan Naprod, menurut Adhi, tidak hanya sebatas pemasaran saja tetapi juga termasuk dalam hal produksi. “Dalam perjanjian disebutkan bahwa setelah 2 tahun melakukan pemasaran, Kimia Farma dan Naprod akan membangun fasilitas produksi obat tersebut di Indonesia,” tuturnya.

Dia menilai modal kerja sama seperti ini menguntungkan kedua perusahaan dan merupakan bagian dari transfer teknologi. Bagi Naprod, mereka dapat kesempatan untuk memperluas jaringan pemasarannya di Indonesia, sedangkan bagi Kimia Farma, selain dapat menyediakan obat kanker untuk masyarakat miskin, juga berkesempatan untuk melakukan alih teknologi.”Jika kerja sama produksi ini terlaksana dengan baik maka Kimia farma akan mengirim sumber daya manusianya ke India untuk mempelajari teknologi produksi obat kanker,” jelasnya.Naprod Group merupakan salah satu perusahaan farmasi terkemuka di India yang fokus memproduksi dan mengembangkan obat penyakit kanker. Perusahaan ini juga memiliki pabrik bahan baku obat kanker.

Sumber: AFRIYANTO Bisnis Indonesia

Pemasaran/Penjualan

Kondisi pasar farmasi nasional mengalami penurunan dari segi pertumbuhan pasar. Pertumbuhan ini terjadi pada: sector Apotek sebesar 8,1%, sektor Toko Obat 8,7% dan sektor Rumah Sakit 17,9%. Sedangkan pertumbuhan di sektor non panel market sebesar 17,9%. Penurunan pertumbuhan pasar farmasi nasional tersebut disebabkan antara lain melemahnya daya beli masyarakat yang diakibatkan situasi dan kondisi perekonomian yang belum mendukung. Produk-produk perusahaan berhasil tumbuh sebesar 11,9%, memang masih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuahan pasar farmasi, diakibatkan rendahnya pertumbuhan obat generik. Pertumbuhan yang besar terjadi produk CHP (Consumer Health Product) tumbuh 20% dan tumbuhnya penjualan ekspor sebesar 65% senilai Rp.38,46 milyar.

Walaupun pertumbuhan penjualan produk perusahaan hanya mencapai 11,90%, namun ada trend yang menggembirakan yaitu adanya kenaikan penjualan untuk lini produk Consumer Health Product yang sudah sejalan dengan strategi perusahaan untuk menggalakkan produk dari lini ini. Untuk mendorong peningkatan penjualan dan permintaan produk Perusahaan, telah dilakukan beberapa upaya pemasaran antara lain sbb:

a.  Perluasan cakupan outlet sekitar 12.000 dalam rangka meningkatkan penjualan

b.  Melakukan pengembangan produk baik secara formulasi maupun kemasan dan peluncuran produk baru

c. Melakukan kegiatan pemasaran yang lebih terencana dan lebih agresif

d.  Mengembangkan kemampuan tenaga-tenaga pemasaran melalui pelatihan dan perencanaan yang solid

e.  Meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Distribusi dan Ritel

f. Meningkatkan kinerja dan produktivitas tenaga pemasar dengan sistem insentif yang menarik.

Unit pemasaran telah memperkuat timnya dengan melakukan penambahan tenaga pemasaran atau Medical Representative (MR) yang terdiri dari MR Ethical 199 orang, MR-CHP 81 orang, MR-OGB 50 orang dan MR Institusi 28 orang, sehingga jumlah total tenaga MR sebanyak 358 orang. Dengan tenaga pemasaran yang ada tersebut dapat dicakup kegiatan promosi ke Dokter sebanyak 21.800, Apotek sebanyak 9.920, Rumah Sakit sebanyak 276, Toko Obat sebanyak 3.050. Perusahaan menempatkan diri masuk sepuluh besar rangking Industri Farmasi di Indonesia dari 200 Industri Farmasi yang ada. Disamping produk perusahaan sendiri, perusahaan juga melakukan penjualan produk-produk pihak ketiga melalui

Unit Distribusi/PBF dan unit Ritel/Apotek. Secara konsolidasi hasil penjualan perusahaan mencapai Rp.1,82 trilyun, mengalami penurunan sebesar 5,69%, dimana kontribusi penjualan di Holding sebesar Rp. 525,60 milyar,di sektor distribusi Rp.822,28 milyar, dan dari sektor Ritel/Apotek sebesar Rp.882,80 milyar. Terjadinya penurunan penjualan disebabkan karena adanya penurunan penjualan di sektor Distribusi/PBF dimana utamanya dalah penjualan di pasara institusi, karena dana yang terbatas dan pergesaran pelaksanaan pengadaan oleh Pemerintah.

Produksi

Perusahan telah melakukan beberapa peningkatan di unit produksi, upaya efektifi tas dan efi siensi dari 5 pabrik untuk memperoleh hasil yang maksimal. Pengaturan produk-produk yang diproduksi pada tiap pabrik diatur ulang yang mengarah pada optimalisasi penggunaan mesin-mesin sehingga dapat dicapai utilisasi yang optimal, dengan sasaran tepat jumlah, tepat waktu dan tepat biaya. Koordinasi telah ditingkatkan dengan unit-unit terkait misalnya marketing, keuangan, pengadaan bahan baku, unit logistik sentral dan distribusi. Koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengendalian dan perencanaan produksi produk-produk perusahaan sehingga secara signifi kan dapat menekan harga pokok produksi.

Upaya-upaya perusahaan lainnya yang secara berkesinambungan ditingkatkan adalah:

a.  Mencari bahan baku dan kemasan alternatif dengan harga dan kualitas yang lebih kompetetitif

b.  Melakukan reformulasi dengan menggunakan bahan baku alternatif

c. Melakukan penghematan biaya produksi langsung dan biaya umum

d.  Melakukan pengendalian hasil produksi, yaitu meningkatkan rendemen hasil serta mengurangi proses ulang

Distribusi

Unit Distribusi yang direpresentasikan oleh anak perusahaan PT Kimia Farma Trading & Distribution (PT KFTD) sangat berperan penting dalam upaya peningkatan penjualan produk-produk Kimia Farma. PT KFTD melayani penjualan ke pedagang besar farmasi dan apotek yangtersebar luar di seluruh Indonesia. Jumlah oulet yang dilayani tahun 2005 sebanyak 19.864 outlet, dengan tenaga salesmen sejumlah 216 orang. Selain itu guna melakukan penambahan muatan distribusi, PT KFTD juga bertindak sebagai agen diantaranya dari: PT Merapi (infus), PT Tirta Santana (kasa elastis), PT Duta Kaizar, PT Mahakam Beta Farma, PT Bio Farma, dan PT Reddis Papua.

Sumber Daya Manusia

Perusahaan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) berperanan penting dalam menjaga keberlangsungan perusahaan, oleh karena itu Perusahaan menetapkan strategi pengembangan SDM yang selaras dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan, dalam arti implementasi manajemen SDM harus mampu meningkatkan kompetensi dan komitmen karyawan pada perusahaan, sehingga dapat menjamin tercapainya implementasi strategi bisnis.

Perusahaan mengalokasikan cukup dana untuk program pengembangan SDM. Program pelatihan, seminar dan lokakarya, baik di dalam maupun luar negeri untuk memperluas wawasan dan meningkatkan ketrampilan karyawan.

Manajemen Mutu

Guna menjamin kualitas produk dan layanan yang dihasilkan, Perusahaan menerapkan suatu kebijakan mutu yang memuat pedoman untuk memastikan mutu semua produk dan layanannya. Peningkatan mutu produk secara terus menerus yang dilaksanakan dengan implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2000. Sistem ini menjadi panduan bagi seluruh aspek kegiatan produksi untuk mencapai sasaran mutu yang telah ditetapkan.

Dari sisi layanan, upaya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan dilaksanakan melalui implementasi prosedur layanan yang menekankan pada pencapaian standar mutu, ketepatan waktu dan standar jumlah.

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang sudah tak asing lagi ditelinga. Berbagai jenis kasus baru ditemukan, namun jenis kasus Kanker manakah yang paling tinggi prevalensinya, khususnya di kalangan perempuan? Dan bagaimanakah cara untuk mencegahnya? Belakangan ini mulai marak terdengar berita-berita mengenai kanker serviks. Apakah sebenarnya kanker serviks? Seberapa seringkah kanker serviks terjadi pada perempuan Indonesia?

http://www.kanker serviks.com

Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Serviks merupakan bagian rahim yang berhubungan dengan vagina. Kanker serviks merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Dan juga merupakan kanker kedua yang paling sering menyebabkan kematian. Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kenker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut. Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks.
Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Penyebab dari kanker ini adalah virus yang dikenal sebagai Human papilloma virus (HPV), yaitu sejenis virus yang menyerang manusia. Terdapat 100 tipe HPV di mana sebagian besar tidak bahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya. Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun). Perkembangan HPV ke arah kanker serviks pada infeksi pertama tergantung dari jenis HPV-nya. HPV tipe
risiko rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra kanker. Tipe HPV yang berisiko rendah hampir tidak berisiko, tapi dapat menimbulkan genital warts (penyakit kutil kelamin). Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya system kekebalan tubuh alami, namun infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe tinggi dapat mengarah pada kenker serviks. Dan dapat berkembang tanpa terkontrol dan dapat menjadi tumor. Gejala kanker serviks pada kondisi pra-kanker ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal di bagian bawah serviks yang dapat dideteksi melalui tes Pap Smear, atau yang baru-baru ini disosialisasikan yaitu dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun bila sudah berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala seperti pendarahan serta keputihan pada vagina yang tidak normal, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seksual. HPV dapat menginfeksi semua orang karena HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi. Namun hal ini tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia pada satu pasangan saja. Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Langkah ini dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker serviks dan genital warts. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin, karena tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik. Vaksinasi merupakan metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. Melalui  vaksinasi semakin besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus kanker serviks yang mengancam kaum perempuan. Untuk itu, segera hubungi dokter anda untuk membantu pencegahan kanker serviks. Ayo bantu cegah kanker serviks sekarang!

Segitiga Bermuda

Sebenarnya wilayah Segitiga Bermuda ini tak benar bila dikatakan segitiga, sebab atas-batas dari petunjuk kapal-kapal atau pesawat terbang yang hilang sudah melebihi dari bentuk bsegitiga itu. Segitiga itupun hanya merupakan imajinasi saja. Bila kita ambil peta, kita buka di bagian Amerika Tengah, di sana terdapat banyak kepulauan Hindia Barat. Untuk mengetahui bagaimana bentuk dari Segitiga Bermuda itu, kita tarik garis dari kota Miami ke kota San Juan di Puerto Rico; dari San Juan ke pulau Bermuda; dan kembali ke Miami di daerah Florida, Amerika.

Meskipun sebenarnya misteri Segitiga Bermuda ini “milik” orang Amerika, tak apalah kita turut memperbincangkannya. Sebenarnya tempat semacam ini ada pula di tempat lain, juga di Amerika, yaitu di sebuah danau yang bernama Ontario, bahkan lebih “mengerikan” dari Segitiga Bermuda.

Dari berbagai kesimpulan, jarum kompas dan peralatan pesawat yang akan hilang selalu mendapat gangguan dan mereka seperti tak melihat air dan dari gejalan ini disimpulkan, di dasar laut sana tentu terdapat sebuah medan magnetik yang kuat sekali, yang sanggup mengganggu kompas atau menarik kapal itu sampai ke dasar laut yang dalam.

Tak cukup bila saya menguraikan seluruh peristiwa, dan itu juga tak menjurus pada masalah penyelesaian. Tetapi mengenai peristiwa bentuk gaib di Segitiga bermuda ini dapat dikemukakan dan mungkin teori-teori yang banyak mengenai Segitiga Bermuda. Mungkin di udara terdapat semacam gangguan atmosfir yang berupa “lubang di langit”. Ke lubang itulah pesawat terbang masuk tanpa sanggup untuk keluar lagi. Dari misteri “Lubang di Langit” ini membentuk sebuah teori tentang adanya semacam perhubungan antara dunia dengan dimensi lain. Lubang di Langit itu dianggap semacam alat transportasi seperti tampak di film Star Trek. Ataukah bentuk Lubang di Langit itu UFO? Orang sering menghubungkan hilangnya pesawat kita dengan munculnya UFO. Lantas, apakah hilangnya mereka itu karena diculik oleh UFO? Malah hasilnya hanya mendapat pertanyaan tanpa jawaban.

Ada tempat di Segitiga Bermuda yang disebut Tongue of the Ocean atau “Lidah Lautan”. Lidah Lautan mempunyai jurang bawah laut (canyon) Bahama. Ada beberapa peristiwa kecelakaan di sana. Tidak banyak yang belum diketahui tentang Segitiga Bermuda, sehingga orang menghubungkan misteri Segitiga Bermuda ini dengan misteri lainnya. Misalnya saja misteri Naga Laut yang pernah muncul di Tanjung Ann, Massachussets AS, pada bulan Agustus 1917. Mungkinkah naga laut ini banyak meminta korban itu? Ataukah arus Cromwell di Lautan Pasifik yang menyebabkan adanya gelombang lautan disitu atau angin topan, gempa bumi di dasar lautan? Tak ada orang yang tahu.

Konon di sekitar kepulauan Bahama terdapat blue hole, yaitu semacam gua lautan. Dulu gua ini memang sungguh ada, tetapi setelah jaman es berlalu, gua ini terendam. Arus didalamnya sangat kuat dan sering membuat pusaran yang berdaya hisap. banyak kapal-kapal kecil atau manusia yang terhisap ke dalam blue hole itu tanpa daya, dan anehnya kapal-kapal kecil yang terhisap itu akan muncul kembali ke permukaan laut selang beberapa lama. Tapi yang menimbulkan pertanyaan ialah: Mungkinkah Blue Hole ini sanggup menelan kapal raksasa ke dasar lautan?

Misteri lain yang masih belum terungkap adalah misteri Makhluk Laut Sargasso, yang bukan semata-mata khayalan. Di Lautan Sargasso itu banyak kapal yang tak pernah sampai ke tujuannya dan terkubur di dasar laut itu. Di sana terhimpun kapal-kapal dari berbagai jaman, harta karun, mayat tulang belulang manusia. Luas Laut Misteri Sargasso ini 3650 km untuk panjang dan lebarnya 1825 km, dan di sekelilingnya mengalir arus yang kuat sekali, sehingga membentuk pusaran yang sangat luas yang berputar perlahan-lahan searah jarum jam. Didasar lautnya terdapat pegunungan yang banyak dan mempunyai tebing dan ngarai yang terjal.

Keanehan lain di dekat pulau Puerto Rico, tampak suatu pancaran air raksasa yang membentuk cendawan atau kembang kol. Laut di tempat itu mempunyai kedalaman sampai 10 km. Kejadian ini sempat dilihat oleh awak pesawat Boeing 707 pada tanggal 11 April 1963. Menurut mereka cendawan air itu mempunyai garis tengah selebar 900-1800 meter dengan ketinggian separuhnya. Mungkin itu hanya percobaan nuklir dari negara Amerika atau lainnya? Tapi pihak Amerika tidak membenarkannnya, sebab tak mungkin mencoba bom di jalur penerbangan. Mungkin ledakan itu berasal dari kapal selam nuklir Thresher yang hilang sehari sebelumnya, tapi lokasi hilangnya kapal selam itu ribuan km dari sana.

Ada sebuah tempat di perairan Boca Raton, yang di sana terdapat sebuah pipa bergaris tengah 20 cm. Jelas bukan milik Amerika (untuk lebih lanjut: Orang Bumi). Peristiwa ini dilihat oleh suami istri Lloyd Wingfields. Mereka melihat sebuah tiang asap disana, dan ketika didekati oleh mereka, tampak sebuah pipa yang muncul dari dasar laut yang merupakan sumber keluarnya asap itu. Asap itu sendiri tak mengeluarkan bau dan berwarna kekuning-kuningan. Mungkinkah pipa itu tertancap dari sumber api di dasar laut? Pangkalan UFO di dasar lautkah yang menyebabkannya? Lagipula kedalaman laut itu cukup dalam, sehingga mereka tak berani menyelam untuk melihat lebih lanjut, juga mereka melihat (sesudahnya) sebuah helikopter yang mengalami kerusakan mesin dan berusaha mendarat darurat di laut.

Ulasan lain, di daerah Kutub Selatan ada sebuah lubang besar yang menghubungkan dunia luar dengan dunia lain. Pernah ada orang bernama Admiral Bryd, melihat dari kapal terbang ke Barat di kutub selatan sebelah darat menghijau dengan danau yang tak membeku dan binatang liar mirip bison dan melihat seperti manusia-manusia purba. Sebagai ilmuwan Bryd melaporkan peristiwa yang disaksikannya itu, tapi tak ada yang mempercayainya.

google

Lima kekuatan Porter adalah kerangka untuk analisis industri dan pengembangan strategi bisnis yang dikembangkan oleh Michael E. Porter dari Harvard Business School  pada 1979. Menggunakan konsep-konsep pengembangan, Organisasi Industri ekonomi untuk menurunkan lima kekuatan yang menentukan intensitas kompetitif dan karena itu daya tarik dari pasar.   Porter menyatakan bahwa kelima kekuatan bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan mempengaruhi atau mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang menguntungkan bagi perusahaan.

Ruang lingkup kelima kekuatan bersaing tersebut, antara lain:

1) Ancaman pendatang baru, yang dapat ditentukan dengan hambatan masuk ke dalam industri, antara lain, hambatan harga, respon incumbent, biaya yang tinggi, pengalaman incumbent dalam industri, keunggulan biaya, differensiasi produk, akses distribusi, kebijakan pemerintah dan switching cost.
2) Kekuatan tawar-menawar pemasok, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat konsentrasi pasar, diversifikasi, switching cost, organisasi pemasok dan pemerintah.
3) Kekuatan tawar-menawar pembeli, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain differensiasi, konsentrasi, kepentingan pembeli, tingkat pendapatan, pilihan kualitas produk, akses informasi, dan switching cost.
4) Ancaman produk subtitusi, yang ditentukan oleh harga produk subtitusi, switching cost, dan kualitas produk.
5) Persaingan di dalam industri, yang ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu pertumbuhan pasar, struktur biaya, hambatan keluar industri, switching cost, pengalaman dalam industri, dan perbedaan strategi yang diterapkan.
Berikut adalah analisis teori Porter pada PT Kimia Farma :

1) Ancaman pendatang baru

Kekuatan  ini biasanya dipengaruhi besar kecilnya hambatan masuk ke dalam industri. Hambatan masuk kedalam industri itu contohnya antara lain : besarnya biaya investasi yang dibutuhkan, perijinan ,akses terhadap  bahan mentah, akses terhadap saluran distribusi, ekuitas merek dan masih banyak lagi.  Biasanya semakin tinggi hambatan  masuk , semakin rendah ancaman yang masuk dari pendatang baru. Obat-obatan yang di produksi oleh PT Kimia Farma sudah terpercaya oleh para apotek-apotek di seluruh Indonesia karena kualitas dari produk tersebut, sehingga PT Kimia Farma selalu membuat produknya lebih berkualitas lagi supaya masyarakat tetap percaya dengan produk ini.

2) Kekuatan tawar-menawar pemasok

Daya tawar dari pemasok juga digambarkan sebagai pasar input. Pemasok bahan baku, komponen, tenaga kerja, dan jasa (seperti keahlian) kepada perusahaan dapat menjadi sumber kekuatan di perusahaan, ketika ada beberapa pengganti. Pemasok dapat menolak untuk bekerja sama dengan perusahaan, atau, misalnya, muatan berlebihan harga tinggi untuk sumber daya yang unik.

3) Kekuatan tawar-menawar pembeli

Kekuatan tawar pembeli ,dimana kita bisa melihat bahwa semakin besar pembelian, semakin banyak pilihan yang tersedia bagi pembeli dan pada umumnya  akan membuat posisi pembeli semakin kuat.

4) Ancaman produk subtitusi

Pembeli kecenderungan untuk mengganti produk karena kinerja dari produk pengganti lebih baik dan memiliki harga relatif murah. Jumlah produknya juga lebih gampang ditemukan di pasar. Produk pengganti dari Kimia Farma sangat banyak sekali, misalnya dapat di ganti dari produk Kalbe Farma, Darya Varia, Sanbe Farma dll yang semuanya mempunyai kualitas yang baik.

5) Persaingan di dalam industri

Untuk mengatasi persaingan dalam industri, perusahaan harus meningkatkan kualitas yang lebih baik lagi, harga lebih terjangkau, melakukan inovasi-inovasi baru terhadap produknya supaya masyarakat tidak mengalami kejenuhan terhadap produk tersebut.

sumber : http://www.kppu.go.id/docs/Kompetisi/kompetisi_13.pdf


Latar Belakang

Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang cespleng bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi.

Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :

  1. Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
  2. Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
  3. Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
  4. Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan.

Jenis-Jenis Analisis SWOT

1. Model Kuantitatif

Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W, serta O dan T. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang harus diwaspadai. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S), harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T).

Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing -masing subkomponen, dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Subkomponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi, diberikan skor yang lebih besar. Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian.

2. Model Kualitatif

Urut-urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif, perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. Apabila pada model kuantitatif setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W, dan satu subkomponen O memiliki pasangan satu subkomponen T, maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. Selain itu, SubKomponen pada masing-masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian, karena mungkin saja misalnya, SubKomponen S ada sebanyak 10 buah, sementara subkomponen W hanya 6 buah.

Sebagai alat analisa, analisa SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. Ketika telah berhasil membuat peta, langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi, tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan. Bagaimana menetapkan tujuan adalah bahasan selanjutnya yaitu membangun visi-misi organisasi atau program.

Pembahasan

Kimia Farma merupakan pioner dalam industri farmasi Indonesia. Cikal bakal perusahaan dapat dirunut balik ke tahun 1917, ketika NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co., perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur, didirikan. Sejalan dengan kebijakan nasionalisasi eks perusahaan-perusahaan Belanda, pada tahun 1958 pemerintah melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF Bhinneka Kimia Farma. Selanjutnya pada tanggal 16 Agustus 1971 bentuk hukumnya diubah menjadi Perseroan Terbatas, menjadi PT Kimia Farma (Persero). Sejak tanggal 4 Juli 2001 Kimia Farma tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

Berbekal tradisi industri yang panjang selama lebih dari 187 tahun dan nama yang identik dengan mutu, hari ini Kimia Farma telah berkembang menjadi sebuah perusahaan pelayanan kesehatan utama di Indonesia yang kian memainkan peranan penting dalam pengembangan dan pembangunan bangsa dan masyarakat.

Terjadinya krisis ekonomi yang multidimensi berdampak pada meningkatnya harga obat-obatan terutama harga obat paten/merek dagang, kondisi ini sekaligus berakibat pada tidak dapat terpenuhinya kebutuhan kesehatan masyarakat yang tengah mengalami penurunan daya beli. Guna menanggulangi kondisi tersebut dibutuhkan adanya peran serta industri farmasi khususnya dalam memproduksi, mengembangkan dan memasyarakatkan obat-obatan yang harganya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat baik diwilayah perkotaan maupun pedesaan. Salah satu bentuk peran serta industri farmasi yang tengah dilakukan adalah dengan memasarkan dan memasyarakatkan obat generik.

Strength / kekuatan :

Kimia Farma merupakan perusahaan yang mengeluarkan produk-produk kesehatan untuk masyarakat. Banyak produk-produk kimia farma yang menjadi inovator dengan mengembangkan obat-obatan serta rumusan kimia baru baik dengan kemampuan sendiri ataupun melalui aliansi strategis dengan mitra internasional. Serta banyak menghasilkan produk-produk baru yang berbasis teknologi tinggi.

Obat generik merupakan salah satu produk farmasi yang kompetitif karena memiliki keunggulan harga lebih murah 2 – 8 kali harga obat paten/merek dagang pertamanya dan memiliki kualitas yang sama dengan obat merek dagang pertamanya.

Kebijakan memasyarakatkan dan memasarkan obat generik yang dilakukan oleh perusahaan juga sejalan dengan meningkatnya jumlah permintaan konsumen akan obat secara keseluruhan yang mencapai 9,93% per kapita, serta 92% potensi pasar bisnis industri farmasi di Indonesia masih belum terpenuhi. Hal tersebut menjadi peluang bisnis yang kompetitif bagi 200 industri farmasi yang ada di Indonesia termasuk PT. Kimia Farma Tbk. untuk lebih mengembangkan obat generik sehingga mampu memiliki daya saing strategis dan dapat meningkatkan kemampu labaan. Guna mengantisipasi persaingan bisnis yang kompetitif di pasar industri farmasi khususnya dalam memasarkan maka pihak manajemen PT. Kimia Farma Tbk. harus mengupayakan untuk menerapkan strategi bersaing.

Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan oleh PT. Kimia Farma Tbk. dalam menghadapi persaingan bisnis obat generik meliputi ; pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap kualitas obat generik, faktor peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan serta faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan, merupakan keseluruhan faktor yang menjadi dasar pertimbangan dalam memasarkan obat generik.

Weakness / kelemahan :

Kinerja atribut/variabel obat generik sebagai berikut ; kinerja atribut kemasan dan variasi (keragaman) obat generik memiliki penilaian yang negatif, sehingga pihak manajemen perusahaan perlu menetapkan upaya/tindakan untuk lebih meningkatkan kemasan produk agar lebih menarik perhatian dan meyakinkan konsumen serta menambah varian-varian baru agar konsumen memiliki pilihan alternatif dalam mengkonsumsi obat generik.

Opportunity / peluang :

1. Besarnya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat perkapita menyebabkan pasar potensial yang bisa dikembangkan.

2. Kecenderungan berkembangnya Sistem Penanganan Kesehatan yang wajar yang dapat menyalurkan tenaga dokter termasuk dokter spesialis yang dibutuhkan.

Threat / ancaman :

1. Adanya kompetisi internal yang cukup keras. Sesuatu yang diistilahkannya “perang saudara” terutama terjadi di jalur pemasaran. Lebih spesifik lagi, di produk-produk farmasi yang berada di kategori yang sama.

2. Adanya krisis ekonomi telah membuat daya beli obat rakyat Indonesia menurun sehingga mengancam kelangsungan hidup industri farmasi nasional terutama untuk pasar lokal.

3· Legal sistem belum dapat menanggulangi obat palsu secara efektif sehingga harga obat menjadi lebih sulit dikontrol.

4· Semakin luasnya pasar yang ingin dicapai, yaitu menembus pasar internasional akan semakin meningkat pula pesaing-pesaing bisnis farmasi.

Ketika Banjir Melanda

Bencana banjir adalah salah satu bencana alam yang sangat ditakuti warga masyarakat, karena dapat mengakibatkan berbagai penderitaan baik material maupun non material dalam waktu sekejap, banyak masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi merasakan akibat yang sangat merugikan kehidupannya sehari-hari. Ketika banjir melanda selalu banyak yang saling menyalahkan. Para masyarakat banyak mengeluarkan pendapat. Setelah banjir surut perhatian tentang terjadinya banjir ikut surut juga.

Secara asumtif dan analisa fakta, ada beberapa faktor utama sebab musabab terjadinya banjir tersebut, antara lain adalah maraknya penebangan kayu liar. Selain itu, kebiasan buruk masyarakaat yang membuang sampah di kolong rumah, bahkan masih ada sebagian masyarakat yang membuang sampah di sungai, apalagi sampah-sampah tersebut berwujud plastik yang sulit untuk hancur. Bahwa akibat dari kebiasaan buruk ini langsung tidak langsung jadi faktor pendukung terjadinya pendangkalan sungai dan menghambat arus air serta membuat semakin meningginya air di rawa-rawa.

Secara filosofis, ada tiga metode penanggulangan banjir. Pertama, memindahkan warga dari daerah rawan banjir. Cara ini cukup mahal dan belum tentu warga bersedia pindah, walau setiap tahun rumahnya terendam banjir. Kedua, memindahkan banjir keluar dari warga. Cara ini sangat mahal, tetapi sedang populer dilakukan para insinyur banjir, yaitu normalisasi sungai, mengeruk endapan lumpur, menyodet-nyodet sungai. Faktanya banjir masih terus akrab melanda permukiman warga. Ketiga, hidup akrab bersama banjir. Cara ini paling murah dan kehidupan sehari-hari warga menjadi aman walau banjir datang, yaitu dengan membangun rumah-rumah panggung setinggi di atas muka air banjir.

Secara normatif, ada dua metode penanggulangan banjir. Pertama, metode struktur, yaitu dengan konstruksi teknik sipil, antara lain membangun waduk di hulu, kolam penampungan banjir di hilir, tanggul banjir sepanjang tepi sungai, sodetan, pengerukan dan pelebaran alur sungai, sistem polder, serta pemangkasan penghalang aliran. Kedua, metode nonstruktur berbasis masyarakat, yaitu dengan manajemen di hilir di daerah rawan banjir dan manajemen di hulu daerah aliran sungai.

Bencana banjir di Jakarta dan sekitarnya tidak hanya mengganggu akitivitas kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat tetapi juga telah menimbulkan kerugian harta dan jiwa yang sangat besar. Kejadian banjir besar tahun 1996 dan tahun 2002 telah menimbulkan kerugian sebesar 9,8 trilyun rupiah. Sementara kejadian banjir besar pada tahun 2007 yang merendam hampir 70% wilayah DKI Jakarta dan sebagian wilayah di Bodetabek sedikitnya telah menyebabkan 55 orang meninggal dunia, 320.000 orang mengungsi dengan nilai kerugian sebesar 8,8 trilyun rupiah yang terdiri dari 5,2 trilyun rupiah kerusakan atau kerugian langsung dan 3,6 trilyun rupiah merupakan kerugian tidak langsung.

Jakarta tidak akan bebas banjir meski Banjir Kanal Timur (BKT) selesai dibangun. Selain BKT, Jakarta butuh puluhan polder, waduk serta perlu melakukan normalisasi sungai. Namun upaya normalisasi sungai dan pembangunan polder butuh dana besar, sedikitnya Rp 22 triliun. Untuk mengatasi persoalan banjir yang mengancam Jakarta saban tahun itu, pembangunan BKT saja tidak cukup. BKT hanya akan menerima air dari lima aliran sungai yaitu Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung. Jadi, meski sudah ada BKT tidak berarti wilayah di selatan dan di utara BKT dengan sendirinya akan bebas bajir. Daerah Kelapa Gading misalnya, masih perlu bangun polder. Dalam hitungan yang dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, untuk normalisasi sungai perlu dana Rp 16 trilun, sementara untuk pembangun polder dan waduk masing-masing butuh dana Rp 4 triliun dan Rp 2 triliun. (www.google.com)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.