Selama ini bank Century telah melakukan penjualan reksadana, padahal bank tersebut tidak mempunyai perizinan melakukan penjualan reksadana. Reksadana yang dijual bank Century merupakan reksadana yang di buat tanpa seizin Bapepam. Reksadana yang bermasalah ini, di jual dengan nama Investasi Dana Tetap Terproteksi dan dikeluarkan oleh PT Antaboga Delta Sekuritas. Anehnya lagi, produk ini telah di jual dari tahun 2001. Dikabarkan bahwa Rp. 1,4 triliun milik nasabah bank Century terkena masalah seputar produk ini.

Nasib dana para nasabah PT Antaboga Delta Sekuritas Rp. 1,4 triliun yang dilarikan pemilik perusahaan itu semakin tidak jelas. Bank Century yang telah di ambil alih pemerintah sebelumnya disebut-sebut terindikasi terlibat dalam kasus ini, menolak ikut bertanggung jawab. Upaya satu-satunya untuk mengembalikan dana nasabah, adalah pihak kepolisian harus menyita sebanyak mungkin aset yang dimiliki para tersangka kasus Antaboga. Pemilik sekuritas ini adalah Robert Tantular dan Hartawan Aluwi. Robert kini mendekam di penjara setelah bank Century diambilalih oleh Lembaga Penjamin Simpanan.(viva news.com)

Dalam kasus bank Century ini sudah terlihat jelas bahwa lemahnya pengawasan dan monitoring Bank Indonesia (BI) sebagai bank central terhadap perbankan yang nakal dan cenderung merugikan nasabah. Meski telah ada pemberitahuan bank Century menjual produk reksadana Antaboga Securitas serta sempat menegur direksi karena ternyata masih ada kantor cabang yang masih menjual reksadana, faktanya sampai tahun 2008 bank Century masih menjual reksadana Antaboga. (beritajatim.com)