Nilai tukar rupiah kembali bergerak menguat berkat terus mengalirnya dana-dana asing ke Indonesia. Selain berburu saham, mereka juga memburu surat utang di Indonesia.

Pada perdagangan Jumat (7/1/2010), rupiah ditutup menguat ke level 9.220 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.240 per dolar AS.

Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan, nilai tukar rupiah memang menguat berkat aliran dana asing masuk membeli surat-surat berharga seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Utang Negara (SUN), dan juga saham. Investor melepas dolar AS untuk dibelikan portofolio aset lokal.

“Masuknya dana asing ini selain terkait dengan prospek ekonomi domestik yang baik seperti yang terlihat di hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin, juga karena sentimen positif perekonomian global ke arah emerging market, ” urai Hartadi,

Hartadi menambahkan, penguatan rupiah masih sejalan dengan penguatan mata uang emerging market termasuk regional Asia.

Porsi kepemilikan asing atas SBI memang terus meningkat dan hari ini posisinya sudah mencapai Rp 49,5 triliun (19,4%), dibandingkan posisi per 31 Desember 2009 yang hanya Rp 44,1 triliun.

Sementara posisi asing di Surat Utang Negara (SUN) juga meningkat dari Rp 106,3 triliun per akhir Desember 2009 menjadi Rp 109 triliun.