PT Kimia Farma Tbk berencana mengedarkan obat kanker dengan harga lebih terjangkau untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah. Pemasaran obat tersebut saat ini masih menunggu izin edar dan penerbitan nomor regitrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Obat kanker tersebut merupakan hasil produksi Naprod Group, perusahaan farmasi asal India, yang pemasarannya dilakukan melalui kerja sama dengan Kimia Farma.Dalam kerja sama tersebut Kimia Farma akan memasarkan obat kanker hasil produksi Naprod dengan harga terjangkau yang akan dipasok ke lembaga-lembaga kesehatan yang memiliki fasilitas perawatan pasien pengidap penyakit kanker, seperti Rumah Sakit Kanker Dharmais.

“Obat kanker Naprod ini kami peruntukkan khusus bagi masyarakat menengah ke bawah karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan produk sejenis buatan produsen lain, tetapi dengan mutu yang terjamin,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk Adhi Nugroho, kemarin.Produk tersebut ditargetkan mulai diedarkan pada tahun ini atau paling lambat awal tahun depan, setelah mendapat nomor registrasi dari BPOM yang diharapkan terbit pada pertengahan tahun ini.

Menurut dia, obat kanker yang didaftarkan tersebut terdiri dari beberapa item yang mencakup hampir semua jenis varian penyakit, sedangkan mengenai volume peredarannya bergantung pada jenis penyakitnya. “Artinya, Kimia Farma siap untuk memperbesar stok obat untuk jenis penyakit yang banyak diidap pasien di sini.”Kerja sama Kimia Farma dan Naprod, menurut Adhi, tidak hanya sebatas pemasaran saja tetapi juga termasuk dalam hal produksi. “Dalam perjanjian disebutkan bahwa setelah 2 tahun melakukan pemasaran, Kimia Farma dan Naprod akan membangun fasilitas produksi obat tersebut di Indonesia,” tuturnya.

Dia menilai modal kerja sama seperti ini menguntungkan kedua perusahaan dan merupakan bagian dari transfer teknologi. Bagi Naprod, mereka dapat kesempatan untuk memperluas jaringan pemasarannya di Indonesia, sedangkan bagi Kimia Farma, selain dapat menyediakan obat kanker untuk masyarakat miskin, juga berkesempatan untuk melakukan alih teknologi.”Jika kerja sama produksi ini terlaksana dengan baik maka Kimia farma akan mengirim sumber daya manusianya ke India untuk mempelajari teknologi produksi obat kanker,” jelasnya.Naprod Group merupakan salah satu perusahaan farmasi terkemuka di India yang fokus memproduksi dan mengembangkan obat penyakit kanker. Perusahaan ini juga memiliki pabrik bahan baku obat kanker.

Sumber: AFRIYANTO Bisnis Indonesia